Apakah air murni itu?
Sejak di bangku sekolah, kita sudah tahu bahwa air murni adalah H2O (2 atom Hidrogen + 1 atom Oksigen). Apakah air yang kita dapatkan dari sumber-sumber air di dalam tanah adalah air yang murni? Sayangnya bukan. Air adalah pelarut yang universal, oleh karena itu air dengan mudah “menyerap” atau melarutkan berbagai partikel yang ditemuinya dan dengan mudah menjadi tercemar.

Dalam siklus-nya di dalam tanah, air terus bertemu dan melarutkan berbagai mineral anorganik, logam berat, dan micro-organisme. Jumlah berbagai kimia anorganik (termasuk logam berat) yang terlarut dalam satu liter air dikenal dengan istilah TDS (Total Dissolved Solids).
Berdasarkan standar pemerintah Amerika Serikat (badan FDA), air minum mineral memiliki kadar TDS di atas 250 ppm, sedangkan air minum yang dimurnikan (purified drinking water) harus memiliki kadar TDS di bawah 10 ppm.
Berbagai merek air minum kemasan yang beredar di Indonesia yang telah kami tes biasanya memiliki TDS sekitar 100 ppm.
Dengan pengolahan menggunakan Sistim Reverse Osmosis Multi Treatment, kami dapat menghasilkan air yang sangat murni dengan kadar TDS yang hanya berkisar antara 1 - 10 ppm, puluhan kali lebih rendah dari air minum biasa lainnya. Lebih murni dan lebih sehat.
Mineral Water vs RO water. Minerals are present in the ground and must be biologically bound in order to be used by the body. Where would that come from? Plants, or course! Your mineral source should be plants not water. The purpose of water is to cleanse the body. To do the best job of that, it must be free of everything else.

