Air minum Reverse Omosis – air minum masa depan
Produk-produk air minum dalam kemasan saat ini banyak sekali jumlahnya. Baik dengan teknologi filtrasi, ozonise, maupun Reverse Osmosis. Perusahaan-perusahaan tersebut memang berlomba-lomba untuk mendapatkan peluang ini. Apapun teknologi yang dipakai, baik dengan reverse osmosis atau bukan, kalo dihitung diatas kepala saja, potensi bisnis ini luar biasa. Hampir setiap orang membutuhkan pasti air. Dan pemakaian air dalam kemasan (terutama galon) sekarang ini penggunaannya tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan minum saja. Tapi sudah dipakai untuk memasak juga. Karena beberapa daerah di Indonesia kualitas air tanah atau air sumurnya tidak bagus. Bahkan di daerah tertentu sudah tercemar. Ini sangat membuka potensi bisnis air.
Tapi ada satu hal yang mungkin luput dari penelitian para produsen ini. Yaitu jarak pabrik dengan konsumen. Jauhnya jarak ini menjadikan harga akhir di konsumen jadi cukup mahal. Belum lagi kualitas yang tidak diproduksi dengan reverse osmosis, untuk pengiriman jarak jauh (yang pastinya juga menyebabkan penyimpanan air yang terlalu lama di perjalanan) akan menyebabkan kualitas air menurun. Terutama suhu dalam perjalanan yang tidak mungkin bisa dikendalikan. Kami menemukan beberapa produk dipasaran (diantaranya merek terkenal) airnya telah berlumut. Kami juga banyak menerima keluhan dari pelanggan dengan keluhan yang sama. Anda jika ingin mengujinya sendiri, coba saja letakkan galon air Anda di lokasi yang suhunya tinggi atau langsung di terik matahari. Dalam waktu tidak sampai 1 minggu, air tersebut pasti sudah berlumut.
Hal-hal tersebut tidak terjadi pada QUAZERO. QUAZERO yang telah memanfaatkan teknologi reverse osmosis, kualitas airnya tidak akan terpengaruh dengan cuaca. Pada dasarnya yang berlumut itu adalah hasil perubahan dari zat-zat yang terkandung di air akibat dari pengaruh lingkungan. Sedangkan air dengan teknologi reverse osmosis, kandungan zat-zat tersebut sangat kecil, hampir tidak ada. Sehingga benar-benar murni. Inilah mengapa air reverse osmosis disebut air minum masa depan. Dengan tidak adanya pengaruh terhadap kondisi pengiriman yang jauh, lama penyimpanan, dan tidak adanya zat-zat yang berbahaya maka Quazero menjadi salah satu pilihan air reverse osmosis masa depan.
Reverse Osmosis
Apa rahasianya Quazero bisa menjadi Air minum yang benar benar murni ?
Quazero menggunakan teknologi Reverse Osmosis. Reverse Osmosis adalah suatu teknologi pemurnian air yang paling modern, yang menggunakan semipermeable membran, yang sangat efektif untuk mendapatkan kemurnian air dan ampu membersihkan air hingga 95-99% dari segala macam pencemar yang terkandung di dalam air sehingga menghasilkan air yang bersih dan murni.
OSMOSIS
Adalah suatu proses alami dimana 2 macam larutan yang berbeda kepekatan/ konsentrasinya dipisahkan oleh sebuah membran semipermeabel, sehingga larutan yang lebih rendah kepekatannya akan bergerak menembus membran semipermeabel menuju cairan yang lebih tinggi kepekatannya sampai terjadi keseimbangan kepekatan/ klonsentrasi.
REVERSE OSMOSIS
Osmosis balik, adalah penerapan tekanan pada sisi larutan yang mempunyai kepekatan/ konsentrasi tinggi, sehingga larutan mengalir dari yang lebih tinggi kepekatannya menuju larutan yang lebih rendah kepekatannya sampai terjadi keseimbangan kepekatan/ klonsentrasi.
Dengan kata lain, menggunakan teknologi Reverse Osmosis ini, air jenis apapun baik itu air PDAM, air sumur, air payau ataupun air laut dapat disaring dan dapat menghasilkan air murni 99%. Perbedaan utamanya hanya terletak pada sedikit banyaknya air buang dari proses ini. Semakin bagus kualitas air masuk, semakin sedikit air buangnya. Begitu pula sebaliknya, semakin buruk kualitas air masuk, semakin banyak air buangnya.
Teknologi Reverse Osmosis ini telah digunakan untuk menyaring air laut menjadi air murni sejak tahun 1970. Dan di Amerika sudah sejak lama digunakan di rumahan. Selain itu Reverse osmosis juga digunakan dalam beberapa proses campuran air di dalam pabrik yang memproduksi makanan dan minuman (Ref. Wikipedia). Produsen Minuman sirup juga memanfaatkan teknologi Reverse Osmosis. Beberapa pengusaha aquarium juga menggunakan Reverse Osmosis sebagai filter air dan juga untuk meningkatkan pertumbuhan ikan.
Uji Coba Reverse Osmosis pertama.
Pada akhir tahun 1940, peneliti mulai pengujian cara mendapatkan air murni dari air laut atau air yang mengandung garam. Sepanjang masa Kennedy, Konversi air bersifat garam adalah suatu teknologi prioritas tertinggi serta “pergi ke bulan dan membuat padang pasir bunga” menjadi semboyan. Didukung Oleh pemerintah pusat dan badan pembiayai, sejumlah peneliti yang dengan cepat mengedepan ilmu pengetahuan dan teknologi konversi air laut, tetapi UCLA membuat suatu terobosan penting di tahun 1959 dan menjadi yang pertama untuk mempertunjukkan suatu proses praktis mengenal sebagai Reverse Osmosis.
pada waktu itu, Samuel Yuster dan dua siswanya, Sidney Loeb dan Srinivasa Sourirajan, memproduksi suatu buatan membran Reverse Osmosis dari bahan kimia untuk cat/kertas asam cuka polymer. Membran yang baru adalah untuk mampu membuang garam dan menghantar air bersih pada laju alir layak dan tekanan realistis. membran Reverse osmosis nya juga tahan lama, dan bisa dibentuk dalam berbagai bentuk wujud geometris. Dampak dari penemuan ini telah dirasakan di seluruh dunia, dari aplikasi di deminiralisasi rumahan sampai ke ” sungai dari air bersih” di timur tengah dan Afrika Utara, dimana fasilitas Reverse Osmosis menghasilkan trilyunan galon air murni reverse osmosis tiap hari. Sekitar 60 persen kapasitas reverse osmosis dunia terletak di Semenanjung Arab.

